PUSKESMAS MAESAN BERSAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BONDOWOSO MENGADAKAN KEGIATAN ACF (ACTIVE CASE FINDING) TBC
MAESAN – Guna memutus rantai penularan penyakit Tuberkulosis (TBC), UPTD Puskesmas Maesan ekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC pada hari Kamis, 10 September 2026. Kegiatan skrining dan deteksi dini secara proaktif ini dipusatkan di Balai Desa Pakuniran, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, dengan menyasar warga setempat serta kelompok yang berisiko tinggi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata jajaran kesehatan dalam program eliminasi TBC di wilayah Kabupaten Bondowoso. Penemuan kasus secara aktif (Active Case Finding) dinilai jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menunggu pasien datang memeriksakan diri secara mandiri ke fasilitas kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan dari petugas kesehatan Puskesmas Maesan dan Dinkes Bondowoso melakukan serangkaian pemeriksaan menyeluruh kepada masyarakat yang hadir, meliputi:
- Skrining Gejala: Wawancara klinis mengenai keluhan batuk berkepanjangan, demam, penurunan berat badan, atau keringat malam tanpa aktivitas.
- Pemeriksaan Dahak (Sputum): Pengumpulan sampel bagi warga yang menunjukkan indikasi gejala TBC guna pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
- Edukasi Kesehatan: Sosialisasi mengenai pencegahan penularan TBC, pentingnya pola hidup bersih, serta kepatuhan minum obat bagi pasien positif TBC.
Melalui pemeriksaan yang terintegrasi ini, masyarakat yang teridentifikasi mengalami gejala mengarah ke TBC dapat langsung ditangani. Jika ada hasil yang mengonfirmasi positif bakteri TBC, petugas akan segera menjadwalkan pemberian obat anti-tuberkulosis (OAT) secara gratis demi menjamin kesembuhan total pasien.
Kepala UPTD Puskesmas Maesan mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan hari ini tergolong sangat baik. Kolaborasi lintas sektor dari pihak perangkat desa, kader kesehatan, hingga tim Dinas Kesehatan menjadi kunci utama kelancaran ACF TBC ini.
