PETUGAS GIZI PUSKESMAS MAESAN LAKUKAN PENELITIAN TENTANG EFEKTIFITAS EDUKASI MP ASI BERBASIS VIDEO, EMO DEMO, DAN PRAKTIK MEMASAK DALAM PROGRAM KELAS IBU BALITA
MAESAN – Petugas Gizi Puskesmas Maesan menggelar penelitian tentang efektivitas edukasi MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) di Balai Desa Pujer Baru pada Selasa, 1 September 2026. Penelitian yang diintegrasikan dalam program Kelas Ibu Balita ini menguji tiga metode intervensi sekaligus, yaitu edukasi berbasis video, metode Emotional Demonstration (Emo Demo), dan praktik memasak secara langsung.
Langkah inovatif ini diambil untuk mengukur sejauh mana kombinasi ketiga metode tersebut mampu membawa perubahan nyata pada aspek pengetahuan, sikap, dan praktik para ibu dalam memberikan MP-ASI yang bergizi dan tepat bagi anak-anak mereka. Dalam kegiatan tersebut, para ibu balita tidak hanya duduk mendengarkan materi. Petugas Gizi Puskesmas Maesan merancang jalannya edukasi secara interaktif melalui tiga tahapan utama:
- Edukasi Berbasis Video: Menampilkan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami mengenai porsi, tekstur, dan keragaman zat gizi MP-ASI sesuai tahapan usia anak.
- Metode Emo Demo: Menggugah emosi dan kesadaran ibu melalui demonstrasi psikologis—seperti visualisasi lambung bayi yang kecil—agar mereka memahami dampak buruk pemberian makanan yang tidak tepat.
- Praktik Memasak Langsung: Mengajak para ibu mengolah bahan pangan lokal menjadi menu MP-ASI yang kaya protein hewani, higienis, dan disukai anak.
Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan, petugas gizi melakukan pengukuran (pre-test dan post-test) untuk mengevaluasi dampak langsung dari kegiatan ini. Fokus utama penelitian ini adalah melihat grafik peningkatan pada tiga indikator:
- Pengetahuan: Pemahaman ibu mengenai kapan, apa, dan bagaimana MP-ASI harus diberikan.
- Sikap: Respon dan keyakinan ibu untuk berkomitmen memberikan makanan bergizi seimbang di rumah.
- Praktik: Kemampuan dan keterampilan ibu dalam mengolah serta menyajikan MP-ASI secara mandiri.
Pihak Puskesmas Maesan berharap hasil penelitian dari replikasi program di Desa Pujer Baru ini dapat menjadi acuan atau rekomendasi strategi edukasi gizi yang lebih efektif ke depannya. Dengan meningkatnya kualitas praktik pemberian MP-ASI oleh para ibu, angka kejadian stunting dan masalah kurang gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Maesan diharapkan dapat ditekan secara signifikan.