PETUGAS PROMOSI KESEHATAN UPTD PUSKESMAS MAESAN BERIKAN PENYULUHAN TENTANG DIARE
Petugas Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Maesan aktif menggelar penyuluhan pada Hari Kamis, 16 Juli 2026 tentang pencegahan dan penanggulangan diare untuk menekan angka kasus di wilayah Kabupaten Bondowoso. Edukasi promotif dan preventif ini difokuskan pada pemahaman masyarakat mengenai cara penularan, pertolongan pertama di rumah, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, petugas Promosi Kesehatan (Promkes) dari UPTD Puskesmas Maesan terus menggencarkan sosialisasi penanganan dan pencegahan penyakit diare. Kegiatan ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kader posyandu, ibu hamil dan balita, hingga para pelajar di sekolah.
1. Fokus Materi Edukasi
Dalam setiap sesinya, petugas kesehatan menekankan pemahaman dasar agar masyarakat lebih waspada terhadap diare, meliputi:
- Definisi: Diare ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek hingga cair dengan frekuensi buang air besar (BAB) lebih dari 3 kali dalam sehari.
- Bahaya Utama: Jika tidak segera ditangani, diare dapat memicu dehidrasi berat yang sangat berbahaya bagi nyawa.
- Pertolongan Pertama: Mengajari orang tua untuk memberikan banyak minum air matang, ASI (bagi bayi), maupun larutan gula garam (LGG) saat anak mulai menunjukkan gejala mencret.
2. Langkah Pencegahan dengan PHBS
Petugas Promkes secara konsisten mengingatkan bahwa cara paling efektif untuk mencegah penyebaran bakteri dan virus penyebab diare adalah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti:
- Membiasakan cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir sebelum makan dan sesudah BAB.
- Mengonsumsi air yang sudah dimasak matang.
- Selalu menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
- Menjaga kebersihan makanan dan lingkungan sekitar.
Petugas Promosi Kesehatan UPTD Puskesmas Maesan menekankan pentingnya pemberian oralit dan larutan gula garam (LGG) sebagai pertolongan pertama paling krusial untuk mencegah dehidrasi akibat diare. Penggunaan kedua cairan ini sangat efektif untuk menggantikan cairan tubuh serta elektrolit yang hilang bersama feses.