MONITORING EVALUASI DAN SUPERFISI FASILITATIF KESEHATAN GIZI MASYARAKAT (KGM) DINAS KESEHATAN DI PUSKESMAS MAESAN
Pelaksanaan Monitoring, Evaluasi (Monev), dan Supervisi Fasilitatif Kesehatan dan Gizi Masyarakat (KGM) oleh Dinas Kesehatan di UPTD Puskesmas Maesan pada Hari Selasa, 02 Juni 2026 merupakan pilar utama dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan dasar. Program KGM mengintegrasikan lima siklus hidup dan layanan krusial: Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB Kespro), Kesehatan Remaja, Kesehatan Lansia, serta Status Gizi Masyarakat. Melalui pendekatan pembinaan yang konstruktif, kegiatan ini memastikan seluruh standardisasi program berjalan optimal demi mewujudkan masyarakat Kecamatan Maesan yang sehat dan mandiri.
Berikut adalah rincian pelaksanaan Monev dan Supervisi Fasilitatif KGM yang mencakup seluruh aspek pelayanan terintegrasi tersebut:
1. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Supervisi pada sektor KIA berfokus pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di wilayah kerja Puskesmas Maesan. Tim Dinas Kesehatan melakukan telusur dokumen klinis dan lapangan untuk memastikan:
- Kepatuhan Antenatal Care (ANC): Memastikan pemeriksaan ibu hamil dilakukan minimal 6 kali selama masa kehamilan dengan standar 12T.
- Deteksi Dini Risiko Tinggi: Mengevaluasi ketepatan skrining ibu hamil berisiko oleh bidan desa di setiap Pustu dan Ponkesdes.
- Persalinan Fasilitas Kesehatan: Memastikan seluruh proses persalinan dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan resmi.
2. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB Kespro)
Aspek KB Kespro dievaluasi untuk memastikan hak-hak reproduksi masyarakat terpenuhi dan pengendalian laju pertumbuhan penduduk berjalan efektif. Fokus utamanya meliputi:
- Ketersediaan Alkon: Memantau rantai pasok dan stok alat kontrasepsi (Alkon) agar tidak terjadi kekosongan di Puskesmas maupun jejaringnya.
- Kualitas Konseling KB: Menilai kompetensi petugas dalam memberikan konseling Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti IUD dan Implan.
- Layanan Infeksi Menular: Memastikan tersedianya skrining dini infeksi menular seksual dan kesehatan reproduksi bagi calon pengantin (Catin).
3. Kesehatan Remaja
Intervensi pada usia remaja sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Monev pada program ini diarahkan untuk mendukung produktivitas remaja melalui:
- Posyandu Remaja: Mengevaluasi keaktifan pos pelayanan terpadu khusus remaja di desa-desa wilayah Maesan.
- Pemberian TTD: Memastikan distribusi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri di sekolah-sekolah berjalan rutin guna mencegah anemia.
- Edukasi PKHS: Menilai efektivitas penyuluhan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), kesehatan reproduksi remaja, dan bahaya pernikahan dini.
4. Kesehatan Lanjut Usia (Lansia)
Menghadapi tren peningkatan populasi lansia, supervisi fasilitatif memastikan kelompok lansia mendapatkan pelayanan yang santun dan komprehensif melalui:
- Posyandu Lansia: Memantau pelaksanaan pemeriksaan kesehatan berkala yang mencakup penimbangan berat badan, cek tekanan darah, dan pemeriksaan laboratorium sederhana (kolesterol, gula darah, asam urat).
- Skrining PTM: Memastikan berjalannya skrining Penyakit Tidak Menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.
- Pemberdayaan Lansia: Mengevaluasi program lansia tangguh dan produktif agar mereka tetap aktif di usia senja.
5. Gizi Masyarakat
Program gizi menjadi simpul pengikat yang memengaruhi seluruh siklus hidup di atas, dengan fokus utama pada percepatan penurunan stunting dan wasting. Penilaian meliputi:
- Tata Kelola PMT Lokal: Mengevaluasi proses pengolahan dan distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal untuk balita gizi kurang dan Ibu Hamil Kurang Energi Kronis (KEK).
- Akurasi Data e-PPGBM: Memvalidasi akurasi input data penimbangan dan pengukuran tinggi badan balita pada aplikasi pencatatan gizi nasional.
- Edukasi Gizi: Memastikan edukasi pola asuh dan pemberian MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) kaya protein hewani tersampaikan dengan baik kepada orang tua.
Dengan penguatan manajemen KGM yang mencakup KIA, KB Kespro, Remaja, Lansia, dan Gizi secara terpadu, UPTD Puskesmas Maesan optimis dapat terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer yang merata, aman, dan berkualitas tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.