KUNJUNGAN RUMAH PASIEN TB MDR (MULTI DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS) DESA PENANGGUNGAN KECAMATAN MAESAN
Hari Jum'at, 21 Maret 2025 Perawat Desa Penanggungan dan Penanggung Jawab Program TBC UPTD Puskesmas Maesan melakukan kunjungan rumah pada pasien TB MDR di Desa Penanggungan. TB MDR (Multi Drug Resistant Tuberculosis) adalah jenis tuberkulosis yang resisten terhadap dua obat antituberkulosis paling efektif, isoniazid dan rifampisin, dan memerlukan pengobatan yang lebih lama dan kompleks. TB MDR terjadi ketika bakteri penyebab tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) menjadi kebal terhadap obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati tuberkulosis, khususnya isoniazid dan rifampisin. Resistensi obat ini dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk tidak menyelesaikan pengobatan TB secara tuntas, penggunaan obat yang tidak tepat, atau karena bakteri TB yang secara alami resisten.
Gejala TB MDR mirip dengan gejala TB biasa, seperti batuk berdahak yang lama, demam, keringat malam hari, penurunan berat badan, dan kelelahan. Diagnosis TB MDR dilakukan melalui pemeriksaan mikrobiologi (misalnya, pemeriksaan dahak untuk melihat bakteri TB yang resisten) dan pemeriksaan resistensi obat. Pengobatan TB MDR lebih lama dan kompleks, menggunakan kombinasi obat-obatan yang berbeda dari pengobatan TB biasa. Pengobatan ini biasanya berlangsung selama 9-24 bulan, tergantung pada jenis resistensi obat.